Umum

ITB Ultra Marathon 2026 Himpun Donasi Rp1,03 Miliar untuk Dana Lestari

Oleh | | 18:06 WIB

ITB Ultra Marathon 2026 Himpun Donasi Rp1,03 Miliar untuk Dana Lestari

Ajang ITB Ultra Marathon 2026 resmi mencapai garis finis di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha, pada Minggu (18/10). Kegiatan lari jarak jauh yang menghubungkan Jakarta dan Bandung ini sukses menjadi magnet bagi ribuan pelari dengan berhasil mengumpulkan donasi fantastis senilai Rp1.038.660.160. Dana yang terkumpul ini akan disalurkan sepenuhnya untuk memperkuat Dana Lestari ITB, sebuah instrumen keuangan strategis yang bertujuan menjamin keberlangsungan pendidikan tinggi dan penyediaan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi namun terkendala secara ekonomi.

Mengusung tema besar "Running for Impact", ajang ini diikuti oleh 5.216 pelari yang antusias menempuh rute menantang sejauh 180 kilometer. Perjalanan epik ini diawali dengan prosesi flag off yang dilakukan di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta, pada Jumat (16/10) malam. Suasana penuh semangat terlihat saat ribuan pelari memulai langkah mereka, menembus dinginnya malam hingga panasnya terik matahari di sepanjang jalur Jakarta-Bandung demi misi mulia membantu pendidikan.

Meskipun kegiatan lari secara fisik telah berakhir, panitia penyelenggara menyatakan bahwa pintu donasi masih tetap dibuka selama tujuh hari ke depan setelah acara. Kebijakan ini diambil untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para alumni yang belum sempat berpartisipasi, simpatisan, maupun masyarakat umum untuk turut berkontribusi dalam memperkuat fondasi keuangan pendidikan di ITB. Pihak kampus sangat optimistis bahwa angka donasi akan terus merangkak naik sebelum batas waktu penutupan, mencerminkan besarnya kepedulian publik terhadap akses pendidikan yang inklusif.

Para peserta yang terlibat terbagi ke dalam berbagai kategori perlombaan yang dirancang untuk mengakomodasi kemampuan lari yang beragam, mulai dari kategori individu bagi pelari ultra-maraton berpengalaman, hingga kategori relay (estafet) yang terdiri dari relay 2, relay 4, relay 8, hingga relay 16. Kategori relay ini menjadi favorit karena tidak hanya menekankan pada kemampuan fisik, tetapi juga pada semangat kerja sama tim dan kolaborasi antarkomunitas alumni. Selain menjadi ajang pembuktian ketahanan fisik, kegiatan ini juga membawa misi sosial yang lebih luas. Program pengabdian masyarakat yang terintegrasi di dalamnya mencakup inisiatif penyediaan fasilitas air bersih di wilayah yang dilalui rute lari serta kampanye pengelolaan sampah ramah lingkungan.

Sederet tokoh penting nasional turut ambil bagian dalam kemeriahan ajang ini. Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Irwan Meilano, tampak antusias berlari bersama dalam satu tim, yakni Tim GBFIT. Kehadiran para pimpinan ini memberikan suntikan moral bagi ribuan pelari lainnya sekaligus menunjukkan bahwa semangat untuk mendukung pendidikan tidak mengenal batasan jabatan atau profesi.

Dalam pidatonya saat menyambut para pelari di garis finis, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta. Menurutnya, ITB Ultra Marathon 2026 adalah manifestasi nyata dari solidaritas alumni ITB yang sangat kuat. "Kegiatan ini membuktikan bahwa ikatan antara alumni dan almamater tidak pernah luntur. Melalui olahraga, kita merajut kebersamaan yang berujung pada kontribusi konkret bagi pengembangan ekosistem kampus," ujar Brian. Ia berharap model kolaborasi seperti ini bisa direplikasi oleh perguruan tinggi lain di Indonesia untuk membangun ekosistem pendanaan pendidikan yang lebih mandiri dan kuat.

Lebih jauh, Brian juga menyoroti peran penting Ikatan Alumni ITB dalam memfasilitasi pembangunan sarana fisik maupun pendukung akademik di kampus. Dana Lestari ITB, yang menjadi tujuan utama penggalangan dana kali ini, dipandang sebagai instrumen krusial di masa depan. Dana abadi ini memungkinkan pihak universitas untuk tidak hanya bergantung pada uang kuliah tunggal (UKT), tetapi juga memiliki cadangan dana yang dapat dikelola secara profesional untuk beasiswa jangka panjang, riset inovatif, dan pemutakhiran sarana laboratorium.

Namun, di balik kegembiraan dan keberhasilan penggalangan dana, ITB Ultra Marathon 2026 kali ini diselimuti duka mendalam. Seluruh sivitas akademika ITB berduka atas wafatnya salah satu mahasiswa Program Sarjana Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB, Dody Muhammad Pasha. Berita duka ini segera disampaikan secara resmi oleh Rektor ITB saat seremoni penutupan.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Rektor memimpin doa bersama di hadapan ribuan peserta yang hadir. Suasana yang tadinya penuh sorak-sorai seketika hening dan khidmat. "Keluarga besar ITB sangat kehilangan. Kami memanjatkan doa agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini," tutur Prof. Tatacipta dengan nada haru. Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh sivitas akademika akan pentingnya kebersamaan, rasa saling menjaga, dan solidaritas dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

Secara keseluruhan, ITB Ultra Marathon 2026 telah mencatatkan sejarah sebagai salah satu ajang penggalangan dana berbasis olahraga yang paling sukses. Dengan capaian lebih dari Rp1 miliar, acara ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masyarakat Indonesia, khususnya keluarga besar ITB, masih sangat tinggi dalam mendukung keberlangsungan pendidikan nasional. Keberhasilan ini diharapkan bukan sekadar menjadi catatan angka, melainkan menjadi pemantik bagi gerakan yang lebih besar dalam menjaga akses pendidikan bagi generasi mendatang.

Bagi ITB, keberhasilan ini adalah modal berharga untuk memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam sains dan teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang mendalam. Ke depan, ITB berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan yang berdampak sosial, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil oleh para pelari di lintasan lari akan berbanding lurus dengan langkah maju bagi pendidikan Indonesia. Semangat yang terbangun selama 180 kilometer perjalanan Jakarta-Bandung ini diharapkan tetap menyala dalam setiap program pengembangan kampus, memastikan bahwa pendidikan berkualitas tetap dapat diakses oleh siapa saja yang memiliki tekad untuk maju, tanpa terkendala oleh keterbatasan finansial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *